Bagaimana Burung Mendapatkan Energi saat Terbang Bermigrasi?


NAGA303-Daya tahan manusia untuk melakukan aktivitas fisik bisa dibilang terbatas.

Namun berbeda dengan hewan yang satu ini. Burung laut Arktik mampu terbang sejauh 30.000 km setiap tahun. Mereka bermigrasi dari satu kutub ke kutub lain setiap tahunnya.

Burung laut Arktik ini merupakan burung monogami yang berkembang biak di belahan bumi utara pada musim panas Arktik. Kemudian, saat musim dingin tiba di Kutub Utara, mereka bermigrasi ke selatan untuk menghangatkan badan. Tak heran jika kemudian burung berukuran sedang dengan berat lebih dari 100 gram ini dijuluki juara migrasi.

Pertanyaannya, bagaimana burung tersebut melakukan perjalanan menakjubkan itu dan dari mana mereka mendapatkan energi untuk terbang dalam jarak jauh?

Mengutip Science ABC, kebanyakan hewan memecah berbagai karbohidrat untuk memenuhi kebutuhan energinya. Namun pada burung, mereka memilih untuk memecah lemak. Metabolisme lemak atau lipid adalah serangkaian proses biologis yang memetabolisme dan memperoleh energi dari lemak (yaitu asam lemak). Penelitian telah mengungkapkan bahwa burung menggunakan asam lemak sebagai sumber energinya.

Jadi apa yang membuat lemak menjadi bahan bakar yang sangat baik bagi burung, terutama burung yang melakukan migrasi yang lama dan sulit? Jawabannya adalah lemak mudah disimpan. Sebelum melakukan penerbangan jarak jauh, burung akan beralih ke pola makan kaya lemak.

Mereka makan berlebih atau hiperfagia untuk menambah berat badannya hingga dua kali lipat sebelum migrasi. Burung sangat terspesialisasi dalam menyimpan lemak sehingga sebagian besar burung yang bermigrasi dapat menyimpan hingga 50–60 persen massa tubuhnya sebagai lemak.

Mereka melakukan ini dengan menyimpan lemak di dalam sel yang disebut adiposit, atau sel lemak. Adiposit ini berada tepat di bawah kulit di jaringan ekstra otot. Adiposit unggas dapat menyimpan hingga 95 persen volumenya sebagai asam lemak.